|
|
|
Transparansi dalam Kasus Bank Century |
|
|
|
|
Written by Lamhari
|
|
RIBUT-RIBUT soal pengucuran dana penyelamatan Bank Century terus berlanjut walaupun Menteri Keuangan Sri Mulyani berulang kali mengatakan penyelamatan terhadap bank kecil itu telah sesuai dengan peraturan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia. Padahal, dana yang disetujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun. Misteri itulah yang ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi terhadap bank. Tidak hanya KPK, DPR pun meminta BPK mengaudit proses bailout tersebut. Itu karena sebelumnya DPR pada 18 Desember 2008 telah menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) sebagai payung hukum dari penyelamatan bank milik pengusaha Robert Tantular itu.
|
|
Read more...
|
|
Kenapa Tahun Baru Masehi Dirayakan? |
|
|
|
|
Written by Lamhari
|
|
Tepat pada malam tanggal 1 Januari, rakyat Indonesia biasanya menyambut kedatangan Tahun Baru Masehi dengan penuh sukacita. Tanpa memandang agama, ras, dan suku, lapangan Monas biasanya disesaki lelaki & perempuan tua, muda, remaja, dan kanak-kanak menyambut kehadiran tanggal 1 Januari dengan penuh keceriaan. Situasi di Monas merepresentasikan situasi di Indonesia pada umumnya. Di kota-kota lain, situasi semacam itu juga tercipta dengan segala pernak-perniknya. Peringatan Tahun Baru Masehi memang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.
Walau peringatan Tahun Baru Masehi telah menjadi bagian dari tradisi yang melekat pada masyarakat Indonesia, sangat sedikit sekali orang Indonesia yang memahami nilai-nilai filosofi dan sejarah yang terkandung di dalam peringatan Tahun Baru Masehi. Secara tradisi, peringatan Tahun Baru Masehi merupakan budaya asli Eropa yang diimpor ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Sebelum masa penjajahan Belanda, rakyat Indonesia hanya mengenal kalender Hijriyah dan Kalender Saka.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
Page 7 of 13 |